Mengupas Tuntas Tehnik Popping Indoneisia



Kupas tuntas Popping
Semarak Mancing Popping di Tanah Air
Belakangan ini banyak mania mancing yang menggemari mancing popping. Kesemarakkan popping di kalangan mania mancing inilah yang menjadi laporan utama edisi Mancing Mania (MM) kali ini.
Sebelum mancing popping ini mulai dikenal di Indonesia sebenarnya negeri kinta ini sudah familiar dengan beragam teknik mancing baik secara tradisional maupun modern. Mulai teknik mancing dengan laying-layang, dengan umpan bulu, mancing dasar, mancing koncer, sampai dengan teknik mancing tonda (trolling).
Untuk menyusuri kapan teknik popping ini mulai digemari di tanah air.dan persoalan popping, MM menemui Adhek Amerta dari Bali, Jhon Hambali dan Adrianus dari Jakarta. Ketiga orang itulah yang banyak disebut sebagai mania penggemar mancing popping.
Arti Popping
Sebelum mengulas lebih jauh mengenai mancing popping, ada sebuah pertanyaan yang mendasar yaitu apa sih arti popping? Ketika kami sedang kebingungan mencari jawaban, Adrianus Bratanata memberikan jawaban. “Konon ceritanya sebutan popping itu, terjadi karena efed dari popper yang ditarik oleh manis mancing bunyinya pop…, pop…, pop. Karena bunyi seperti itu maka mania mancing menyebut dengan istilah popping,” kata Adrianus kepada MM.
Lebih lanjut Adrianus menjelaskan arti popping itu mancing menggunakan umpan popper. Popper adalah umpan buatan yang bahan dasarnya dari kayu. Cara memancingnya dengan teknik kasting yaitu melempar umpan popper kemudian menariknya,” kata Adrianus. Menurut Adrianus bentuk popper itu menyerupai umpan trolling misalnya konahead. “Kalau kita perhatikan bentuk popper itu seperti umpan trolling namun kalau popper kegunaannya untuk mancing kasting,” tambah Adrianus.
Sejarah Popping
Mengenai sejarah sejak kapan mancing popping masuk ke Indonesia tidak ada yang tahu persis. Meski banyak mania yang tidak tahu asal usul popping mulai merebak di Indonesia sejumlah mania yang ditemui oleh MM menunjukkan bahwa ada tiga orang pionir popping di Indonesia.
“Pionir popping di Indonesia sepengetahuan saya ada tiga orang yaitu Adhek Amerta Bali, Jhon Hambali baru Munadi,” ungkap Adrianus. Lebih lanjut Adrianus menceritakan bahwa ketiga orang itu telah menekuni mancing popping bertahun-tahun sebelum para mania lain mengerti mancing popping.
Berkat informasi keberadaan pionir mancing popping itulah, MM menghubungi Adhek Amerta dari Bali. “Awal popping itu sendiri berasal dari Australia, dari negeri asalnya tidak berkembang justru yang merebak teknik popping di negara Jepang. Dari negeri Jepang inilah mulai berkembang berbagai teknik popping dengan alat-alat yang mendukung.
Merebaknya popping di Jepang tidak serta merta merebak di tanah air. Namun lantaran banyak mania mancing negeri matahari terbit yang mancing di Indonesia, mancing popping pun mulai di kenal orang Indonesia. “Saya mulai mancing popping sejak 12 tahun yang lalu. Perkenalan saya dengan popping karena sering memandu mancing orang Jepang di Bali,” ungkap Adhek Amerta.
Dari interaksi seringnya mancing bersama orang-orang Jepang itulah membuat Adhek Amerta semakin mencintai mancing popping. Kecintaannya terhadap mancing popping itulah membuat Adhek Amerta berkreasi untuk menciptakan umpan-umpan popper dan sekarang ini umpan poppernya merebak di berbagai Negara.
Meski Adhek Amerta sudah menekuni mancing selama 12 tahun namun kenyataannya mancing popping tidak berkembang pesat di tanah air. Baru sekitar tahun 2001-2003 mania mancing yang bergabung dalam mailinglist mancing I di internet mulai mendiskusikan mancing popping. “Orang-orang ribut mengenai mancing popping mungkin sekitar tahun 2003 lalu. Selanjutnya pada tahun itu juga kami melakukan trip bersama pemancing Thailand untuk popping di pulau Komodo. Dari trip itu kami baru tahu sesungguhnya mancing popping, “ungkap Adrianus Bratanata.
Setelah trip mancing popping di pulau Komodo bersama pemancing luar negeri, akhirnya mania mancing yang sering ngobrol di internet itu, setahun kemudian yaitu pada bulan April 2004 lalu membuat trip mancing ke Pulau Komodo. “Trip ke Komodo tahun 2004 itulah yang memang terdiri dari tujuh pemancing Indonesia. Dari trip barulah terbuka wawasan para mania mancing bahwa mancing popping menarik dan penuh unsure olahraganya,” ungkap Adrianus kepada MM.
Cerita keberhasilan dan serunya mancing popping membuat para mania mancing lainnya pun mulai tertarik untuk berpopping ria. Mulai merebaknya popping ternyata membawa berkah kepada toko-toko pancing yang menjual piranti mancing seperti joran, kenur, popper, dan ril popping mulai menghiasi toko-toko pancing ibukota.
Kondisi perkembangan mancing popping semakin hari semakin banyak. Banyak pemancing Jakarta mulai mencoba-coba mancing popping. Banyak trip mancing ke Binuangeun sekarang ini sering dijadikan uji coba para mania Jakarta untuk berpopping ria.
Cerita keberhasilan mania menaklukkan kuwe gerong (giant trevally) aau dikalang mania disebut GT mulai merebak di mana-mana. Dan akhirnya mulai banyak mania yang mencoba mencari “korban popping” ikan lain selain GT seperti ikan tuna. Cerita mancing tuna dengan teknik popping pun sama-sama menarik hampir selalu menghiasi cerita keberhasilan mania mancing.
Barangkali cerita puncaknya teknik mancing popping menjadi pusat perhatian mania mancing ketika terjadi turnamen Berkah III yang berlangsung pada tanggal 19-20 Maret 2005 lalu. Mengapa turnamen itu menjadi terkait dengan popping ria? Karena pada saat turnamen itu banyak tim yang mancing dasar dan trolling namun tidak mendapat banyak ikan-ikan besar.
Justru sebaliknya ketika tim fishyforum.com dan tim Mata Elang dimana pada saat turnamen Berkah III, khusus mancing menggunakan teknil popping hasilnya luarbiasa. Ikan-ikan kuwe gerong berukuran besar banyak yang terpancing.
Tim fishyforum.com lewat Joss Utoro yang mendapat ikan kuwe gerong (GT) seberat 21,65 kg berhasil menjadi juara pertama. Sementara itu tim Mata Elang dengan tim pemancing Wing mendapat ikan kuwe gerong sebesar 21,25 kg.
Dari hasil turnamen Berkah III itulah, mancing popping di kalangan mania semakin banyak dikenal. Dan mulai saat itu pula popping semakin marak di kalangan para mania mancing.
Tumbuhnya mancing popping paling tidak menghapus pandangan minus terhadap mania mancing bahwa kegiatan mancing ikan hanya kegiatan malas. Justru sebaliknya bahwa mancing popping adalah mancing yang sarat dengan unsure olahraga. Den/rambe/mrk.
oo00oo

GT Popping Sumbawa-Indonesia Expedition 17-18 Oct. 2010.

Hi Guys.
As in the first expedition 1.6 years ago where I was reaping huge success, even this when we return to the second expedition, and also with the results very encouraging and satisfactory. Expedition this time we were accompanied or with escort guests from Austria and England, where they were very satisfied with the results obtained as well as a fun trip at all.

The trip data and the results of fish caught are following below:
Wind - Windy
Ocean Fair - Very clear
Wave fast - flowing medium
Ship transport - Fisherman Wooden Boat 16hp x 2 inboard

Total fish 10 fish obtained as follows:

6 GT (25kg, 22kg, 15kg, 10kg, 8kg and 6kg)

1 Baracuda 15kg


2 GT Blue fin 6kg & 7kg

1 Mangrove Jack 6kg

See the pic. Attachment ;

Mengenal & Memperkenalkan lebih jauh tentang tehnik Popping di Sumbawa.











MENGENAL CASTING & POPPING

Kira-ikira pada pertengahan tahun 2003 saya mengenal hobby memancing, dimana saat itu dilingkungan tempat saya tinggal ada beberapa teman-teman saya telah lebih dahulu menggemari kegiatan / hobby outdoor yang satu ini. Hobby ini tetap eksis atau terus menjamur sampai saat sekarang ini karena lokasi-lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami.

Singkat ceritanya mereka selalu berkumpul diakhir pekan atau di malam minggu sambil bakar-bakar ikan hasil pancingan mereka dibarengi mengobrol lalu mengundang rekan-rekan mereka yang lainnya untuk datang dan menikmati hasil pancingan mereka itu. Singkat ceritanya lagi teman saya ini meracuni saya agar bisa ikut bersama-sama menggeluti kegiatan mereka itu.

Tak lama kemudian sayapun ikut dibeberapa kali acara memancing yang mereka lakukan pada setiap akhir pekan itu. Pada awalnya sebelum saya ikut, saya banyak bertanya tentang bagaimana mungkin ikan-ikan hasil buruan mereka itu mau memakan umpan-umpanan mereka yang terbuat dari fiber ataupun plastic itu. Dengan beberapa penjelasan yang saya terima dari mereka tak cukup memberi jawaban maksimal dalam diri dan benak saya dan sayapun semakin penasaran dan ingin melihat secara langsung.



Dimasa itu umpan-umpanan yang mereka pakai adalah jenis SureCatch dari varian popTiger ataupun popCruiser. Jauh sebelum kami mengenal yang namanya Popper, rekan-rekan saya hanya menamakan semua jenis umpan-umpanan/lure buatan tersebut adalah Rapala. Tak terkecuali dengan jenis-jenis yang terbuat dari bahan Karet, Metal, Kayu ataupun yang jenis lainnya. Jenis Rapala ini adalah jenis umpan yang paling awam kami sering temukan. Terkadang dari para orang-orang Bule yang ada disekitar tempat kami bekerja ataupun juga pada beberapa toko-toko alat pancing saat itu. Dan akhirnya demikianlah kami mengenal seluruh umpan-umpanan tersebut sebagai Rapala.


Seiring waktu yang terus berganti, akhirnya barulah saya dapat mengerti. Rasa penasaran dan tanda tanya besar dalam diri saya itu dapatlah terjawab dengan sendirinya setelah terjun & melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Rapala/umpan-umpanan itu dilemparkan kedalam laut atau ketempat-tempat tertentu pada permukaan laut, kemudian ditarik kembali lalu menghasilkan gerakan menyerupai ikan-ikan kecil, menghasilhan bunyi yang khas, membuat percikan-percikan diatas permukaan air serta dibuat dengan berbagai jenis warna-warni yang menark, serta bentuk-bentuknya yang beragam semua itu mampu menggoda , mengengelabui dan membuat ikan-ikan agar bernafsu untuk menerkam umpan-umpanan itu yang sekarang ini dikenal ataua dinamakan Popper.




MEMPERKENALKAN TEHNIK POPPING


Bayangkan seandainya secara mendadak seekor ikan berukuran lebih dari 10 kg menyambar umpan Anda. Sentakan kuat dan bertenaga ikan itu akan membangkitkan adrenalin Anda. “Penggila” mancing di laut lepas, pasti pernah merasakan sensasi seperti itu. Itu bukan sekadar gambaran, tapi memang benar-benar bisa dirasakan langsung jika melakukan pemancingan di perairan terbuka. Baik di wilayah pantai berkarang, di dekat jermal-jermal, di sekitar pulau-pulau kecil, atau langsung dari atas perahu ataupun boat.

Satu teknik yang dalam beberapa tahun terakhir sangat digemari, baik di Indonesia mau pun di dunia adalah teknik mancing popping. Bahkan di Sumbawa-NusaTenggara Barat, para hobiis mancing mulai tumbuh bak jamur melakukan popping sejak satu tahun belakangan ini. Banyak hobiis pancing yang mencoba teknik popping mengaku sangat tertantang, senang dan cukup memompa adrenalin. Apalagi dalam popping., targetnya adalah ikan-ikan predator yang sering ke permukaan air untuk berburu. Umumnya jenis ikan seperti Alu-alu (Barakuda), Great Travelly (GT) atau ikan Mangali (Travelly), Tenggiri ( Spanismackrel ), Lemadang ( Mahi-mahi/Dolphin fish ) , layaran, Tuna dan Marlin adalah target-target utamanya. Ikan-ikan yang berat satuannya rata-rata di atas 5 kg!
Ikan-ikan predator yang suka “pamer” atau yang kelaparan, biasanya sangat galak dan tertantang jika ada ikan yang lebih kecil berkecipak di atas permukaan air. Suara cipratan air yang khas itu menggoda sang ikan untuk menyergap mangsanya. Kebiasaan ikan-ikan predator ini sudah diamati sekian lama oleh para “penggila” mancing. Berdasarkan penelitian mereka, dikembangkanlah suatu teknik memancing yang kemudian dikenal sebagai popping. Prinsipnya, umpan buatan dalam popping (disebut Popper) dirancang dan dibentuk agar menimbulkan efek yang sama atau mirip dengan ikan-ikan santapan predator. Satu yang khas dari popper, adalah lengkungan bulat cekung di ujungnya.



TEKNIK POPPING
Ingin mencoba popping? Tak ada yang sulit. Yang penting anda harus membiasakan diri dengan gaya memancing popping yang aktif. Sebab teknik dasar popping adalah melempar umpan dan menarik kembali kenur. Dari sekian banyak literatur dan penjelasan dari hobiis, popper dilemparkan pada jarak tertentu, kemudian kenur digulung. Saat kenur digulung, popper akan tertarik dan terlihat mirip dengan gerakan ikan kecil yang berenang cepat di permukaan air. Popper ini juga akan menimbulkan cipratan air dan bunyi yang khas. Inilah yang akan memancing ikan predator untuk mendekat dan menyambar.
Lempar dan tarik ini terus dilakukan sampai predator menyambar popper. Ketika popper disambar (strike), ikan akan tersangkut di mata kail yang menempel pada popper. Akibat terkejut, ikan spontan menyentak dan membuat gerakan perlawanan yang bertenaga. Di sinilah dibutuhkan keterampilan pemancing untuk menaklukkan ikan predator. Keberhasilan popping memang tergantung pada keterampilan pemancingnya, namun persiapan peralatan juga sangat menentukan. Yang pertama adalah persiapan joran. Banyak hobiis yang merekomendasikan penggunaan joran S II. Spesifikasi joran ini berupa stik sepanjang 2,4 m (atau lebih), action: medium heavy, line test 30 lb-80 lb, lure weight 300 gr-400 gr. Itu untuk joran. Sementara untuk benang pancingnya mereka menyarankan tipe braided 50 lb – 80 lb, reel dengan kapasitas spool 050:150 m. Braided adalah jenis tali pancing yang terbuat dari pilinan serat nilon. Keunggulannya, tali ini walau lebih kecil dan halus namun lebih tahan tarikan dan tak mudah putus.

Dalam teknik popping, umpan buatan yang disebut popper juga sangat menentukan keberhasilan pemancingan. Pemilihan popper ini harus dilakukan dengan cermat dan disesuaikan dengan target dan daerah pemancingan (fishing spot and area/zone).Dari sekian jenis popper yang ada di pasaran, para hobiis mancing merekomendasikan popper Adhek Bali. Misalnya dari tipe long goby, my girl, maharani atau gecko (big, mini, baby, supermini). Sementara ada juga yang merekomendasi popper SureCatch dari varian popTiger atau popCruiser. Kedua produk popper ini punya kelebihan masing-masing.
Namun jika anda diarea Sumbawa anda bisa menggunakan dan memakai popper product lokal Sumbawa yaiut Angky Popper-Sbw. yang sudah terekomendasi oleh angler atau pemancing-pemancing berpengalaman Sumbawa. disamping itu harganyapun jauh lebih terjangkau. 

Pemasangan Popper
Setelah pemilihan popper, selanjutnya pemancing harus menempatkan popper dengan baik di ujung benang. Tips untuk pemasangan popper ini, ujung benang (perambut/leader line) digunakan senar monofilament yang tebal (ukuran 80 lbs – 150 lbs). Senar ini diikat pada popper dan disambungkan dengan benang braided menggunakan swivel/kili-kili (sejenis pengait khusus dari logam) berukuran 2/0–4/0.Penggunaan senar tebal sebagai pengikat popper penting agar sewaktu terjadi “strike” (ikan menyambar umpan), senar monofilament yang bersifat elastis bisa meredam sentakan ikan yang kuat. Penggunaan braided disarankan sebagai benang utama agar kenur tidak terlalu besar dan berat dibandingkan dengan senar monofilament.




( Sumber; Dari pengalaman & Berbagai Sumber )