Tags :
Video
Petualangan Fhising
Teknik mancing dasaran dgn ikan temban mati or udang. Teknik Popping dgn popper Surecatch POP GT 50-120 grm
SSF-CrewNama Anglers :
Team 1 :Marthen Iskandar aka Mariska ( FF ), Yusman, Rony, & Rudi aka Pasolangi ( FF ).
Team 2 :Mansyur, Adrizal, Kama, Bambang, Jonny Rukka, Andy, Made.
Team 3 : Barko, Edo, Sakka, Junior Mansyur, Dino dkk.
Team Hunting : Tajuk, Wanto, & Zainal dkk. ( ketemu Buruan hutan tapi ngak sempat shoot )
Nama Kapal : Nurul Iman.Kapten Kapal : Nelayan.Ongkos Sewa : 700 rb & bonus 1 trip gratis.
Spot : Karang Mandi & Karang Tj. Panas.
Kondisi Angin : Timur.
Kondisi Arus : Tenang, Sedang.
Cuaca : Cerah, berawan.
Ombak : Nyaman, berombak kecil.
Ikan yg di dapat : Giant Trevalley 10 ekor, Penyu Hijau 1 ekor, Pogot 1 ekor.
Ukuran yg terbesar : Jenis : GT = 33 kg, Penyu 10 kg ( Released ), Pogot 2,5 kg.
Teknik Memancing : Dasaran, Popping & Trolling.
Umpan yg digunakan : Teknik mancing dasaran dgn ikan temban mati or udang.
Teknik Popping dgn popper Surecatch POP GT 50-120 grm, Yosuri Surface Bull 120grm.
Catatan lainnya :
Sucatch type POP Tiger type....di Club kami tidak merekomendasikan lagi utk kami pakai, karena kawat pengikat hook paling belakang sering & mudah copot. Ditrip ini dua kali mengalami kegagalan dan beberapa kali di daerah kami sendiri.
Lokasi sangat bagus belum ada yg mancing teknik popping disana, buktinya hari pertama Team saya 4 org dgn hasil : 5 ekor 8X misc, 3X putus, 3x mocell,
hari kedua Pak Kama dgn hasil : 6 ekor takterhitung Miss, 2X putus, tak terhitung mocel. Disamping itu Ikan pogotnya juga doyan popper. Karangnya sangat terjaga, Lobsternya juga banyak kata penyelam pencari lobster disana.Awal ceritanya gini:
Atas informasi banyak org bahwa Labangka-Sumbawa adalah tempat yg ideal utk memancing, yg konon ceritanya ikannya ganas2 & besar2, dgn teknik mancing pasiran & Landbase dgn umpan irisan udang & ikan irisan temban2 saja bisa strike Monster2 disana katanya.
Kamipun penasaran mendengarnya dan dengan demikian kami meetingkan trip ekspedisi ini kesana, dan mengutus satu team survey ( Pak Tajuk & Rony ) utk mencari lokasi camp & landbase fishing serta kapal disana.
Setelah mereka kembali kamipun meeting ttg persiapan & perbekalan kesana.
Agenda ini memang sudah beberapa tahun sebelumnya terencana & sering tertunda, akhirnya barulah maret 2009 ini terlaksana pada tgl diatas. Setelah kami mencari waktu yg benar2 baik utk semua rekan2 se club, namun demikian masih ada juga yg gak bisa ikut bareng2 dalam ekspedisi ini. Misalnya Pak Ginger yg Kembali lagi training room, Pak Jaho & Dahman juga masih kena shift kerja.
Perjalan ke Lokasi ini atau ke base camp memakan waktu 3 jam dari Sumbawa Besar atau 6 jam dari Start point kami di Maluk-Kabupaten Sumbawa Barat dgn kendaraan roda 4. Sedangkan Perjalanan menuju spot dgn memakai kapal kayu pencari Lobster kalau ngejos tanpa trolling hanya 30 s/d 45 menit dari basecamp.
Tags :
Fhising
Kupas tuntas Popping
Semarak Mancing Popping di Tanah Air
Belakangan ini banyak mania mancing yang menggemari mancing popping. Kesemarakkan popping di kalangan mania mancing inilah yang menjadi laporan utama edisi Mancing Mania (MM) kali ini.
Sebelum mancing popping ini mulai dikenal di Indonesia sebenarnya negeri kinta ini sudah familiar dengan beragam teknik mancing baik secara tradisional maupun modern. Mulai teknik mancing dengan laying-layang, dengan umpan bulu, mancing dasar, mancing koncer, sampai dengan teknik mancing tonda (trolling).
Untuk menyusuri kapan teknik popping ini mulai digemari di tanah air.dan persoalan popping, MM menemui Adhek Amerta dari Bali, Jhon Hambali dan Adrianus dari Jakarta. Ketiga orang itulah yang banyak disebut sebagai mania penggemar mancing popping.
Arti Popping
Sebelum mengulas lebih jauh mengenai mancing popping, ada sebuah pertanyaan yang mendasar yaitu apa sih arti popping? Ketika kami sedang kebingungan mencari jawaban, Adrianus Bratanata memberikan jawaban. “Konon ceritanya sebutan popping itu, terjadi karena efed dari popper yang ditarik oleh manis mancing bunyinya pop…, pop…, pop. Karena bunyi seperti itu maka mania mancing menyebut dengan istilah popping,” kata Adrianus kepada MM.
Lebih lanjut Adrianus menjelaskan arti popping itu mancing menggunakan umpan popper. Popper adalah umpan buatan yang bahan dasarnya dari kayu. Cara memancingnya dengan teknik kasting yaitu melempar umpan popper kemudian menariknya,” kata Adrianus. Menurut Adrianus bentuk popper itu menyerupai umpan trolling misalnya konahead. “Kalau kita perhatikan bentuk popper itu seperti umpan trolling namun kalau popper kegunaannya untuk mancing kasting,” tambah Adrianus.
Sejarah Popping
Mengenai sejarah sejak kapan mancing popping masuk ke Indonesia tidak ada yang tahu persis. Meski banyak mania yang tidak tahu asal usul popping mulai merebak di Indonesia sejumlah mania yang ditemui oleh MM menunjukkan bahwa ada tiga orang pionir popping di Indonesia.
“Pionir popping di Indonesia sepengetahuan saya ada tiga orang yaitu Adhek Amerta Bali, Jhon Hambali baru Munadi,” ungkap Adrianus. Lebih lanjut Adrianus menceritakan bahwa ketiga orang itu telah menekuni mancing popping bertahun-tahun sebelum para mania lain mengerti mancing popping.
Berkat informasi keberadaan pionir mancing popping itulah, MM menghubungi Adhek Amerta dari Bali. “Awal popping itu sendiri berasal dari Australia, dari negeri asalnya tidak berkembang justru yang merebak teknik popping di negara Jepang. Dari negeri Jepang inilah mulai berkembang berbagai teknik popping dengan alat-alat yang mendukung.
Merebaknya popping di Jepang tidak serta merta merebak di tanah air. Namun lantaran banyak mania mancing negeri matahari terbit yang mancing di Indonesia, mancing popping pun mulai di kenal orang Indonesia. “Saya mulai mancing popping sejak 12 tahun yang lalu. Perkenalan saya dengan popping karena sering memandu mancing orang Jepang di Bali,” ungkap Adhek Amerta.
Dari interaksi seringnya mancing bersama orang-orang Jepang itulah membuat Adhek Amerta semakin mencintai mancing popping. Kecintaannya terhadap mancing popping itulah membuat Adhek Amerta berkreasi untuk menciptakan umpan-umpan popper dan sekarang ini umpan poppernya merebak di berbagai Negara.
Meski Adhek Amerta sudah menekuni mancing selama 12 tahun namun kenyataannya mancing popping tidak berkembang pesat di tanah air. Baru sekitar tahun 2001-2003 mania mancing yang bergabung dalam mailinglist mancing I di internet mulai mendiskusikan mancing popping. “Orang-orang ribut mengenai mancing popping mungkin sekitar tahun 2003 lalu. Selanjutnya pada tahun itu juga kami melakukan trip bersama pemancing Thailand untuk popping di pulau Komodo. Dari trip itu kami baru tahu sesungguhnya mancing popping, “ungkap Adrianus Bratanata.
Setelah trip mancing popping di pulau Komodo bersama pemancing luar negeri, akhirnya mania mancing yang sering ngobrol di internet itu, setahun kemudian yaitu pada bulan April 2004 lalu membuat trip mancing ke Pulau Komodo. “Trip ke Komodo tahun 2004 itulah yang memang terdiri dari tujuh pemancing Indonesia. Dari trip barulah terbuka wawasan para mania mancing bahwa mancing popping menarik dan penuh unsure olahraganya,” ungkap Adrianus kepada MM.
Cerita keberhasilan dan serunya mancing popping membuat para mania mancing lainnya pun mulai tertarik untuk berpopping ria. Mulai merebaknya popping ternyata membawa berkah kepada toko-toko pancing yang menjual piranti mancing seperti joran, kenur, popper, dan ril popping mulai menghiasi toko-toko pancing ibukota.
Kondisi perkembangan mancing popping semakin hari semakin banyak. Banyak pemancing Jakarta mulai mencoba-coba mancing popping. Banyak trip mancing ke Binuangeun sekarang ini sering dijadikan uji coba para mania Jakarta untuk berpopping ria.
Cerita keberhasilan mania menaklukkan kuwe gerong (giant trevally) aau dikalang mania disebut GT mulai merebak di mana-mana. Dan akhirnya mulai banyak mania yang mencoba mencari “korban popping” ikan lain selain GT seperti ikan tuna. Cerita mancing tuna dengan teknik popping pun sama-sama menarik hampir selalu menghiasi cerita keberhasilan mania mancing.
Barangkali cerita puncaknya teknik mancing popping menjadi pusat perhatian mania mancing ketika terjadi turnamen Berkah III yang berlangsung pada tanggal 19-20 Maret 2005 lalu. Mengapa turnamen itu menjadi terkait dengan popping ria? Karena pada saat turnamen itu banyak tim yang mancing dasar dan trolling namun tidak mendapat banyak ikan-ikan besar.
Justru sebaliknya ketika tim fishyforum.com dan tim Mata Elang dimana pada saat turnamen Berkah III, khusus mancing menggunakan teknil popping hasilnya luarbiasa. Ikan-ikan kuwe gerong berukuran besar banyak yang terpancing.
Tim fishyforum.com lewat Joss Utoro yang mendapat ikan kuwe gerong (GT) seberat 21,65 kg berhasil menjadi juara pertama. Sementara itu tim Mata Elang dengan tim pemancing Wing mendapat ikan kuwe gerong sebesar 21,25 kg.
Dari hasil turnamen Berkah III itulah, mancing popping di kalangan mania semakin banyak dikenal. Dan mulai saat itu pula popping semakin marak di kalangan para mania mancing.
Tumbuhnya mancing popping paling tidak menghapus pandangan minus terhadap mania mancing bahwa kegiatan mancing ikan hanya kegiatan malas. Justru sebaliknya bahwa mancing popping adalah mancing yang sarat dengan unsure olahraga. Den/rambe/mrk.
oo00oo
Semarak Mancing Popping di Tanah Air
Belakangan ini banyak mania mancing yang menggemari mancing popping. Kesemarakkan popping di kalangan mania mancing inilah yang menjadi laporan utama edisi Mancing Mania (MM) kali ini.
Sebelum mancing popping ini mulai dikenal di Indonesia sebenarnya negeri kinta ini sudah familiar dengan beragam teknik mancing baik secara tradisional maupun modern. Mulai teknik mancing dengan laying-layang, dengan umpan bulu, mancing dasar, mancing koncer, sampai dengan teknik mancing tonda (trolling).
Untuk menyusuri kapan teknik popping ini mulai digemari di tanah air.dan persoalan popping, MM menemui Adhek Amerta dari Bali, Jhon Hambali dan Adrianus dari Jakarta. Ketiga orang itulah yang banyak disebut sebagai mania penggemar mancing popping.
Arti Popping
Sebelum mengulas lebih jauh mengenai mancing popping, ada sebuah pertanyaan yang mendasar yaitu apa sih arti popping? Ketika kami sedang kebingungan mencari jawaban, Adrianus Bratanata memberikan jawaban. “Konon ceritanya sebutan popping itu, terjadi karena efed dari popper yang ditarik oleh manis mancing bunyinya pop…, pop…, pop. Karena bunyi seperti itu maka mania mancing menyebut dengan istilah popping,” kata Adrianus kepada MM.
Lebih lanjut Adrianus menjelaskan arti popping itu mancing menggunakan umpan popper. Popper adalah umpan buatan yang bahan dasarnya dari kayu. Cara memancingnya dengan teknik kasting yaitu melempar umpan popper kemudian menariknya,” kata Adrianus. Menurut Adrianus bentuk popper itu menyerupai umpan trolling misalnya konahead. “Kalau kita perhatikan bentuk popper itu seperti umpan trolling namun kalau popper kegunaannya untuk mancing kasting,” tambah Adrianus.
Sejarah Popping
Mengenai sejarah sejak kapan mancing popping masuk ke Indonesia tidak ada yang tahu persis. Meski banyak mania yang tidak tahu asal usul popping mulai merebak di Indonesia sejumlah mania yang ditemui oleh MM menunjukkan bahwa ada tiga orang pionir popping di Indonesia.
“Pionir popping di Indonesia sepengetahuan saya ada tiga orang yaitu Adhek Amerta Bali, Jhon Hambali baru Munadi,” ungkap Adrianus. Lebih lanjut Adrianus menceritakan bahwa ketiga orang itu telah menekuni mancing popping bertahun-tahun sebelum para mania lain mengerti mancing popping.
Berkat informasi keberadaan pionir mancing popping itulah, MM menghubungi Adhek Amerta dari Bali. “Awal popping itu sendiri berasal dari Australia, dari negeri asalnya tidak berkembang justru yang merebak teknik popping di negara Jepang. Dari negeri Jepang inilah mulai berkembang berbagai teknik popping dengan alat-alat yang mendukung.
Merebaknya popping di Jepang tidak serta merta merebak di tanah air. Namun lantaran banyak mania mancing negeri matahari terbit yang mancing di Indonesia, mancing popping pun mulai di kenal orang Indonesia. “Saya mulai mancing popping sejak 12 tahun yang lalu. Perkenalan saya dengan popping karena sering memandu mancing orang Jepang di Bali,” ungkap Adhek Amerta.
Dari interaksi seringnya mancing bersama orang-orang Jepang itulah membuat Adhek Amerta semakin mencintai mancing popping. Kecintaannya terhadap mancing popping itulah membuat Adhek Amerta berkreasi untuk menciptakan umpan-umpan popper dan sekarang ini umpan poppernya merebak di berbagai Negara.
Meski Adhek Amerta sudah menekuni mancing selama 12 tahun namun kenyataannya mancing popping tidak berkembang pesat di tanah air. Baru sekitar tahun 2001-2003 mania mancing yang bergabung dalam mailinglist mancing I di internet mulai mendiskusikan mancing popping. “Orang-orang ribut mengenai mancing popping mungkin sekitar tahun 2003 lalu. Selanjutnya pada tahun itu juga kami melakukan trip bersama pemancing Thailand untuk popping di pulau Komodo. Dari trip itu kami baru tahu sesungguhnya mancing popping, “ungkap Adrianus Bratanata.
Setelah trip mancing popping di pulau Komodo bersama pemancing luar negeri, akhirnya mania mancing yang sering ngobrol di internet itu, setahun kemudian yaitu pada bulan April 2004 lalu membuat trip mancing ke Pulau Komodo. “Trip ke Komodo tahun 2004 itulah yang memang terdiri dari tujuh pemancing Indonesia. Dari trip barulah terbuka wawasan para mania mancing bahwa mancing popping menarik dan penuh unsure olahraganya,” ungkap Adrianus kepada MM.
Cerita keberhasilan dan serunya mancing popping membuat para mania mancing lainnya pun mulai tertarik untuk berpopping ria. Mulai merebaknya popping ternyata membawa berkah kepada toko-toko pancing yang menjual piranti mancing seperti joran, kenur, popper, dan ril popping mulai menghiasi toko-toko pancing ibukota.
Kondisi perkembangan mancing popping semakin hari semakin banyak. Banyak pemancing Jakarta mulai mencoba-coba mancing popping. Banyak trip mancing ke Binuangeun sekarang ini sering dijadikan uji coba para mania Jakarta untuk berpopping ria.
Cerita keberhasilan mania menaklukkan kuwe gerong (giant trevally) aau dikalang mania disebut GT mulai merebak di mana-mana. Dan akhirnya mulai banyak mania yang mencoba mencari “korban popping” ikan lain selain GT seperti ikan tuna. Cerita mancing tuna dengan teknik popping pun sama-sama menarik hampir selalu menghiasi cerita keberhasilan mania mancing.
Barangkali cerita puncaknya teknik mancing popping menjadi pusat perhatian mania mancing ketika terjadi turnamen Berkah III yang berlangsung pada tanggal 19-20 Maret 2005 lalu. Mengapa turnamen itu menjadi terkait dengan popping ria? Karena pada saat turnamen itu banyak tim yang mancing dasar dan trolling namun tidak mendapat banyak ikan-ikan besar.
Justru sebaliknya ketika tim fishyforum.com dan tim Mata Elang dimana pada saat turnamen Berkah III, khusus mancing menggunakan teknil popping hasilnya luarbiasa. Ikan-ikan kuwe gerong berukuran besar banyak yang terpancing.
Tim fishyforum.com lewat Joss Utoro yang mendapat ikan kuwe gerong (GT) seberat 21,65 kg berhasil menjadi juara pertama. Sementara itu tim Mata Elang dengan tim pemancing Wing mendapat ikan kuwe gerong sebesar 21,25 kg.
Dari hasil turnamen Berkah III itulah, mancing popping di kalangan mania semakin banyak dikenal. Dan mulai saat itu pula popping semakin marak di kalangan para mania mancing.
Tumbuhnya mancing popping paling tidak menghapus pandangan minus terhadap mania mancing bahwa kegiatan mancing ikan hanya kegiatan malas. Justru sebaliknya bahwa mancing popping adalah mancing yang sarat dengan unsure olahraga. Den/rambe/mrk.
oo00oo
Tags :
Popping
Tags :
Rock Fishing
Tags :
Fhising
Setelah beberapa bulan jenuh dgn beban pikiran yg menghimpit, saatnya utk melakukan pengasingan diri. Bertepatan dengan adanya orderan trip rockfishing ke SP3, maka Tgl 20-21/May/09 kami melakukan touring & camping ke Sampar Goal. Sungguh sangat menyenangkan dan semua beban pikiran ttg kegiatan yg menjenuhkan benar2 tak terusikkan lagi.
Suara binatang malam, gemercik air sungai di sebelah tenda serta ditambah dgn letusan2 ranting2 kering yg terbakar oleh nyala api unggun menemani kami dimalam itu.
Sungguh indah malam purnama itu....
Malam makin larut secangkir kopi dgn beberapa batang rokok, berlalu tak terkira, obrolan kecil disertai tawariang, adalah hiasan di tengah malam. Tak terasa haripun berganti pkl.00.kami harus istirahat utk melaksanakan acara mancing esok harinya.
Tags :
Fhising
Lokasi ini sangatlah alami & lautnya sangat bersih, saat kami melakukan explore ke tempat ini, perjalanan kami memakan waktu 3 jam dari desa pertama-Benete, dengan menggunakan Jeep 4x4WD, setelah menempuh perjalanan yg melelahkan kami istirahat sejenak sambil menikmati kopi hangat yg kami bawah masing-masing didalam tas ransel, setelah habis dgn satu batang rokok, kami meneruskan perjalanan dgn berjalan kaki selama 25menit ke Spot ini dgn meliwati hutan dan 2 kali kami harus melintasi atau memotong sungai yg kira2 dalamnya setinggi pinggang org dewasa. Namun setelah sampai di spot ini, lemparan atau casting kami ini tidak beberapa kali & langsung stright. Berhasil hookup setelah bertarung selama 20menit. Sangat alami & potensi.
Tags :
Rock Fishing
Sebulan lamanya setelah balik dari expedisi lalu, tak puas rasanya saya ingin terus mengexplore pesisir pantai selatan Sumbawa-Nusa tenggara Barat ini dengan begitu sehat dan menjanjikan sensasi strike para Predator-predatornya.
Pada hari minggu tgl 29/01/2012 saya kembali mengexplore daerah selatan itu kembali walau semakin ke timur selatan.
Sekalian juga bahwa ini adalah pembuktian statement pada episode trip explore tgl 30/12/11 yang lalu, dimana saat itu saya berdua dengan sdr Abenk melakukan Expedisi Explore daerah tersebut diatas.
Saat setelah kembali ke tempat tugas & mereport trip tsb ke beberapa forum, termasuk forum2 di indonesia ini dan menceritakan ke rekan2, bahwa lokasi 100% potensial & saya menjamin para pemancing bahwa “sekalipun ada pemancing pemula yang ikut asalkan sudah bisa melakukan cast/lemparan yang baik & benar saya menjamin pasti akan mendapat stike, namun saya tidak menjamin akan bisa hookup hehehe…” Kenapa?.., inilah yang disebut sensasi Landbasefishing yang penuh tantangan dan memerlukan kecermatan, kesabaran & konsentrasi tinggi dalam memenangkan pertarungan melawan predator dari atas karang-karang yang tinggi & curam serta tajam-tajam.
Terbukti pada trip kami kali ini, dua orang Newbie yang ikut bersama kami sudah menentas rekor boncosnya dangan sukses menaikkan masing-masing satu predator mereka
Komentar mereka saat ditanya yaitu “walau jauh & medannya berat namun kami sangat puas dengan pembuktian statement serta lokasi/spot yang sudah memberikan sensasi landbase yang tak bisa kami lupakan..benar-benar mantapppp”
Singkat certa saja karena ini hampir sama dengan report sebelumnya hanya berbeda lokasi yang jaraknya dari tempat mobil 4x4 kami diparkir/dititip, kudu mesti berjalan selama 30 menit ke spot dengan medan yang sedikit extreem, ( lihat saja pada Pictures report ini ). Benar2 menguji adrelain, fisik, kesabaran & mentality yang tidak mudah down kata salah satu rekan kita dari Fishy Forum asal Berau-Kaltim & Cilacap ini yaitu Paimongd94 aka Teguh Trimonugroho.
Beliau juga sukses hookup 3 ekor GT dengan berbagai jenis ukuran berat yaitu 9kg, 6kg & 3kg Bluefin Trevaley.
Lain lagi dengan Sdr.Abenk, jika trip yang lalu bisa Hookup dengan 4 ekor & dua di antaranya memberi anting/nyajen popper ke sang predator, saat trip ini sukses dengan 2 ekor dengan ukuran 7kg & 5kg kemudian tetap dengan dua kali gagal/linenya putus.
Berbeda dengan dengan saya, jika trip kemarin sukses hookup dengan 4 ekor, 2 diantaranya juga putus/nyajen popper, kali sedikit berbeda yaitu tetap sama dengan hasil 4 ekor, tak ada yg putus hehehe.., Ukuranpun hampir2 sama yaitu, 25kg up, 12kg up, Release & lain 5kg serta satu kaikan karang 4 jari release ke atas api hahahaha..
Pada hari minggu tgl 29/01/2012 saya kembali mengexplore daerah selatan itu kembali walau semakin ke timur selatan.
Sekalian juga bahwa ini adalah pembuktian statement pada episode trip explore tgl 30/12/11 yang lalu, dimana saat itu saya berdua dengan sdr Abenk melakukan Expedisi Explore daerah tersebut diatas.
Saat setelah kembali ke tempat tugas & mereport trip tsb ke beberapa forum, termasuk forum2 di indonesia ini dan menceritakan ke rekan2, bahwa lokasi 100% potensial & saya menjamin para pemancing bahwa “sekalipun ada pemancing pemula yang ikut asalkan sudah bisa melakukan cast/lemparan yang baik & benar saya menjamin pasti akan mendapat stike, namun saya tidak menjamin akan bisa hookup hehehe…” Kenapa?.., inilah yang disebut sensasi Landbasefishing yang penuh tantangan dan memerlukan kecermatan, kesabaran & konsentrasi tinggi dalam memenangkan pertarungan melawan predator dari atas karang-karang yang tinggi & curam serta tajam-tajam.
Terbukti pada trip kami kali ini, dua orang Newbie yang ikut bersama kami sudah menentas rekor boncosnya dangan sukses menaikkan masing-masing satu predator mereka
Komentar mereka saat ditanya yaitu “walau jauh & medannya berat namun kami sangat puas dengan pembuktian statement serta lokasi/spot yang sudah memberikan sensasi landbase yang tak bisa kami lupakan..benar-benar mantapppp”
Singkat certa saja karena ini hampir sama dengan report sebelumnya hanya berbeda lokasi yang jaraknya dari tempat mobil 4x4 kami diparkir/dititip, kudu mesti berjalan selama 30 menit ke spot dengan medan yang sedikit extreem, ( lihat saja pada Pictures report ini ). Benar2 menguji adrelain, fisik, kesabaran & mentality yang tidak mudah down kata salah satu rekan kita dari Fishy Forum asal Berau-Kaltim & Cilacap ini yaitu Paimongd94 aka Teguh Trimonugroho.
Beliau juga sukses hookup 3 ekor GT dengan berbagai jenis ukuran berat yaitu 9kg, 6kg & 3kg Bluefin Trevaley.
Lain lagi dengan Sdr.Abenk, jika trip yang lalu bisa Hookup dengan 4 ekor & dua di antaranya memberi anting/nyajen popper ke sang predator, saat trip ini sukses dengan 2 ekor dengan ukuran 7kg & 5kg kemudian tetap dengan dua kali gagal/linenya putus.
Berbeda dengan dengan saya, jika trip kemarin sukses hookup dengan 4 ekor, 2 diantaranya juga putus/nyajen popper, kali sedikit berbeda yaitu tetap sama dengan hasil 4 ekor, tak ada yg putus hehehe.., Ukuranpun hampir2 sama yaitu, 25kg up, 12kg up, Release & lain 5kg serta satu kaikan karang 4 jari release ke atas api hahahaha..
Tags :
SumbawaSportfishing
Setelah beberapa lama tidak aktif melalukan hobby ini, di karena satu dan lain hal, maka dalam mengisi liburan akhir tahun 2012 ini saya ingin mengambil satu kesempatan untuk kembali melakukan expedisi memancing lagi ke salah satu daerah terpencil di bahagian timur Pulau Sumbawa ini. Tepatnya adalah Kecamatan Empang-Sumbawa Besar. Dengan menggunakan kendaraan roda empat start dari Airport atau dari terminal Kota Sumbawa ke kecematan Empang ini menelan waktu sekitan 2.5 jam - 3 Jam atau Sekitar 100km. Pantai Skedung-Desa Lamenta-Kampung Kaja adalah tempat / spot yang konon ceritanya sangat potensi untuk mendapat perlawanan dari ikan-ikan predator seperti Monster GT, Kingfish Yellow tail, Barracuda, Red Snapper, Skip Jack dan terkadang Tuna sirip kuning sering mereka dapat namun sulit mereka taklukkan, karena orang setempat masih menggunakan peralatan seadanya. Sama seperti daerah-daerah sebelumnya yang saya pernah jelajahi Seperti SP3, Lunyuk, Labangka dll, saya berfikir daerah inipun pasti lebih hangat & pastinya lebih seru.
Singkat ceritanya sayapun mempersiap segala sesuatunya untuk expedisi itu. Dengan dibantu dua orang guide lokal, saya juga terpaksa harus menyewa dua motor trail untuk menunjang perjalan ke lokasi / spot yang dimaksud, karena jalanan atau akses ke sana masih sangat sulit, berlumpur, Tanjakan & pastinya penurunan yg curam-curam. Dan demikian pula sebagai transpor untuk membawa perbekalan & Pelengkapan Landbase & alat pancing kami.
Dari tempat penginapan untuk menuju spot, kami sudah harus mulai menunggangi motor kami masing-masing dan perjalan ke spot mamakai waktu kira-kira 1-1.5 jam.
Dengan adanya rintangan perjalan seperti pada kondisi alam diatas, ada juga beberapa motor yang dari team kami mengalami masalah yaitu seringnya rantai motornya terlepas bahkan sampai terputus.
Masalah demi masalah tidak membuat kami putus asa utk menjangkau lokasi & akhirnya kamipun tiba di lokasi tersebut.
Saat keluar dari dalam hutan & menuju ke pantai, rasa letih , lelah dengan beban di punggung, cape & rasa penasaran terbayar dengan pemandangan yang ada di depan kami, laut yang biru, pantai yang bersih serta karang-karang yang masih terjaga dengan baik, sungguh masih sangat alami dan memanjakan pandangan mata. Dalam benak saya terfikir bahwa pasti kami akan puas dengan tarikan-tarikan ikan predator yang ada di dalamnya & predator-predator itu pun akan siap memberikan perlawanan yang seru & tidak mau dengan mudahnya untuk di taklukkan.
Sesaat setelah tiba & menghirup udara segar nan sehat, kami bergegas men-set peralatan tempur kami & bergegas menuju spot karang/tebing yangg mana didepannya ada Batu Mandi yang orang lokal disana menamakannya sebagai Takat. Dan disitu teman saya Abenk Marzuki sungguh terkejut dengan satu kali castnya langsung fight....
Sungguh saya terkejut di buatnya ia dgn sekali cast saja langsung mendapat sambaran & strike padahal lemparannya itu tidak sampai pada Batu Mandi / Takat yang ada didalam laut itu yang jaraknya kira-kira ada 30mtran. Apa mau dikata predator sudah terjerat popper, Abenk pun berhasil memperdaya buruannya dan dengan hati-hati Sdr Abenk mulai mengerahkan tehniknya memperdaya predatornya. Saat itu saya juga dengan terpaksa tidak jadi melakukan cast karena mengharuskan saya untuk mengabadikan moment itu dalam bentuk video & foto.;-), juga terbesit dalam fikiran agar ikan pertama itu harus sukses agar menjadi santapan malam kami karena memang kami tidak membawa lauk dari rumah. Satu sisi juga ikan ini harus hookup agar tidak membuat ikan lainnya tidak strees bila gagal, apalagi putus & bisa membuat rekan-rekannya yang lain berlari dari spot itu.
Setelah mengabadikan foto & video yang walaupun tidak sampai tuntas videonya, ikan bisa diangkat dan di naik-kan ke daratan. Tidak ingin orang lain yang ada disekitar situ mendapat resiko..terpaksa saya harus menghentikan pengambilan gambar tersebut & mengambil alih gancu lalu menjadi eksekutor/juru ganco buat predator tsb, tak lama kemudian samar-samar ikan suhah mulai tampak di permukaaan dan sayapun turun untuk menjemput dgn ganco yang special kami buat untuk mancing dari tebing/rockfishing. Melihat hingga betul-betul ikan tersebut telah tertancap ganco degan pasti dan saya langsung mengangkatnya ke atas daratan. Apa yg terjadi..ikan disambut dengan sorak-sorai oleh teman-teman yang ada disitu & beberapa orang lokal setempat tercengang, yang kemudian berbaur memberi selamat & aplos pada kami, terlebih buat ke Saudara Abenk yang sebagai pemancing telah melewati suasana menegangkan. Kami beri pujian sesaat setelah semuanya telah benar-benar aman…horeee..selamat..selamat Benk..:-D
Saat eksekusi berjalan ada sedikit eksiden kecil terjadi saat saya turun meng-gancu predator tadi, yaitu saya terpeleset dan membuat lutut saya tersayat oleh karang namun tidak membuat saya mau tinggal diam dan tidak ingin mengambil bahagian. Peralatanpun saya ambil kembali dan langsung menuju ke posisi karang yang agak membujur masuk kedalam laut agar bisa me-maksimal kan lemparan sampai pada Karang/Takat yang ada di depan, yang jaraknya kira-kira 30-40mtrs.
Cast pertama saya lakukan…, popper belum maksimal sampai pada posisi yangg diinginkan & kembali saya menggulung benang ke spool. Sesaat saya melihat ada bayangan predator yang menguntit popper dari belakang…dalam benak saya… “pada cast yg kedua ini harus benar siap karena pasti terkena…” Lemparan keduapun saya lakukan sampai pada titik sasaran.. tarik sedikit..benarrrr..Smash & tamparan dasyatpun terjadi, ohhh hentakannya sangat kuat terasa sampai pada bahu & lengan, namun saya memang telah bersiap juga, walau badan saya juga sempat tertarik kedepan, namun tidak sampai ingin terjungkal. Dengan menambah se kali, dua kali hentakan, saya lakukan itu untuk memastikan triple hook Owner nomor 4 di depan & nomor 5 dibelakang betul-betul akurat tertancap, kemudian seterusnya dengan tenang…, terus & terus memberikan pertahanan agar sang predator ini tidak lolos.
2-3-4 kali benang PE6 Maguro tertarik, terbujur keluar dari spool Ryobi Aplause 8000si yang saya pakai. Settingan drag 10kg pun kelihatannya perlu saya naikkan agar bisa membantu, karena masih saja terbujur keluar terus & terus, dengan penambahan drag yang demikian tenagapun yang saya keluarkan juga mesti ekstra sampai membuat wajah saya memerah tak karuan kata salah seorang teman yang ada di samping saya….:-).
Lanjut Pertarungan adalah bagaimana saya membawa & memposisikan predator ini pada posisi hookup yang benar..saya berfikir sejenak dimana beberapa meter disamping saya ada celah karang yang ideal utk menggiring buruan tersebut masuk dengan sendirinya & akan dibantu oleh terpaan ombak yang datang ikan tersebut akan tertinggal degan sendirinya disitu pada saat ombak kembali ke pantai. Demikianlah cara itu saya lakukan hingga ikan tersebut sukses di naik kan, sebab sangat sulit bagi teman-teman lain untuk turun mengeksekusi karena agak dalam dan merekapun yang lain/orang lokal disana belum pernah melihat apalagi terbiasa melakukannya.
Setelah predatornya terjepit di celah karang..sdr Abenk kini kembali membalas saya, mengambil tindakan untuk turun menjemputnya.
Demikianlah hingga langit mulai merah merona dan sebentar lagi berubah menjadi gelap tanda malam akan segera tiba.
Sorak-sorai & teriakan teman-temanpun kembali memecah kesunyian & ketegangan sampai kami mengakhiri pemancingan episode 1 sore itu.
Saat kami pulang sdr abenk pun masih saja sempat menutupnya dengan hookup lagi GT 5kg.
Hahahaha….
Singkat cerita saja, pada episode ke-2 esok harinya yang hanya menyisakan waktu 2 jam. Kami start dari Jam7 s/d jam 9, kami mendapatkan strike 14 kali, 5 diantaranya Hookup dgn berbagai ukuran, 4 kali putus dengan pastinya membawa poppe-popper handmade saya sendiri. Itu yg berukuran 100grm semua & saya pastikan juga semuanya yang terkena adalah ukuran monster & 6 lagi diantaranya hanya miss/mocel ( tersambar predator namun tidak menempel 4 kali- lainnya menempel & terbawa tarikan ikan namun beberapa saat kemudian terlepas kembali ;-)
Rekan-rekan Mancing Mania satu yang saya mau share disini khususnya pemancing lokal bahwa tempat ini sungguh sangat ideal & pemancing pemulapun pasti akan bisa strike & mendapat sensasi disitu jika diberikan kesempatan untuk melakukan cast / lemparan. Saya jamin 100%. Namun apabila ingin kesana perlengkapan & perbekalan harus siap & mantap, Tenda, Logistic, obat P3K-autan anti nyamuk & tentunya transport spesial seperti Trail, atau motor bebek modifikasi degan ban trail. Dan terpenting untuk Set Tackle Popping anda adalah gunakanlah Rod & PE6-8, Hook yang standard & tajam serta Shock Leader yang Fluoro carbon min.80lb ) Semoga membantu…END.
Akhir report ini saya ucapkan Selamat tahun baru 2012, mohon maaf jika ada yang salah semoga kita sukses terus dalam usaha & cita-cita serta selalu strikeee…..:-).
Singkat ceritanya sayapun mempersiap segala sesuatunya untuk expedisi itu. Dengan dibantu dua orang guide lokal, saya juga terpaksa harus menyewa dua motor trail untuk menunjang perjalan ke lokasi / spot yang dimaksud, karena jalanan atau akses ke sana masih sangat sulit, berlumpur, Tanjakan & pastinya penurunan yg curam-curam. Dan demikian pula sebagai transpor untuk membawa perbekalan & Pelengkapan Landbase & alat pancing kami.
Dari tempat penginapan untuk menuju spot, kami sudah harus mulai menunggangi motor kami masing-masing dan perjalan ke spot mamakai waktu kira-kira 1-1.5 jam.
Dengan adanya rintangan perjalan seperti pada kondisi alam diatas, ada juga beberapa motor yang dari team kami mengalami masalah yaitu seringnya rantai motornya terlepas bahkan sampai terputus.
Masalah demi masalah tidak membuat kami putus asa utk menjangkau lokasi & akhirnya kamipun tiba di lokasi tersebut.
Saat keluar dari dalam hutan & menuju ke pantai, rasa letih , lelah dengan beban di punggung, cape & rasa penasaran terbayar dengan pemandangan yang ada di depan kami, laut yang biru, pantai yang bersih serta karang-karang yang masih terjaga dengan baik, sungguh masih sangat alami dan memanjakan pandangan mata. Dalam benak saya terfikir bahwa pasti kami akan puas dengan tarikan-tarikan ikan predator yang ada di dalamnya & predator-predator itu pun akan siap memberikan perlawanan yang seru & tidak mau dengan mudahnya untuk di taklukkan.
Sesaat setelah tiba & menghirup udara segar nan sehat, kami bergegas men-set peralatan tempur kami & bergegas menuju spot karang/tebing yangg mana didepannya ada Batu Mandi yang orang lokal disana menamakannya sebagai Takat. Dan disitu teman saya Abenk Marzuki sungguh terkejut dengan satu kali castnya langsung fight....
Sungguh saya terkejut di buatnya ia dgn sekali cast saja langsung mendapat sambaran & strike padahal lemparannya itu tidak sampai pada Batu Mandi / Takat yang ada didalam laut itu yang jaraknya kira-kira ada 30mtran. Apa mau dikata predator sudah terjerat popper, Abenk pun berhasil memperdaya buruannya dan dengan hati-hati Sdr Abenk mulai mengerahkan tehniknya memperdaya predatornya. Saat itu saya juga dengan terpaksa tidak jadi melakukan cast karena mengharuskan saya untuk mengabadikan moment itu dalam bentuk video & foto.;-), juga terbesit dalam fikiran agar ikan pertama itu harus sukses agar menjadi santapan malam kami karena memang kami tidak membawa lauk dari rumah. Satu sisi juga ikan ini harus hookup agar tidak membuat ikan lainnya tidak strees bila gagal, apalagi putus & bisa membuat rekan-rekannya yang lain berlari dari spot itu.
Setelah mengabadikan foto & video yang walaupun tidak sampai tuntas videonya, ikan bisa diangkat dan di naik-kan ke daratan. Tidak ingin orang lain yang ada disekitar situ mendapat resiko..terpaksa saya harus menghentikan pengambilan gambar tersebut & mengambil alih gancu lalu menjadi eksekutor/juru ganco buat predator tsb, tak lama kemudian samar-samar ikan suhah mulai tampak di permukaaan dan sayapun turun untuk menjemput dgn ganco yang special kami buat untuk mancing dari tebing/rockfishing. Melihat hingga betul-betul ikan tersebut telah tertancap ganco degan pasti dan saya langsung mengangkatnya ke atas daratan. Apa yg terjadi..ikan disambut dengan sorak-sorai oleh teman-teman yang ada disitu & beberapa orang lokal setempat tercengang, yang kemudian berbaur memberi selamat & aplos pada kami, terlebih buat ke Saudara Abenk yang sebagai pemancing telah melewati suasana menegangkan. Kami beri pujian sesaat setelah semuanya telah benar-benar aman…horeee..selamat..selamat Benk..:-D
Saat eksekusi berjalan ada sedikit eksiden kecil terjadi saat saya turun meng-gancu predator tadi, yaitu saya terpeleset dan membuat lutut saya tersayat oleh karang namun tidak membuat saya mau tinggal diam dan tidak ingin mengambil bahagian. Peralatanpun saya ambil kembali dan langsung menuju ke posisi karang yang agak membujur masuk kedalam laut agar bisa me-maksimal kan lemparan sampai pada Karang/Takat yang ada di depan, yang jaraknya kira-kira 30-40mtrs.
Cast pertama saya lakukan…, popper belum maksimal sampai pada posisi yangg diinginkan & kembali saya menggulung benang ke spool. Sesaat saya melihat ada bayangan predator yang menguntit popper dari belakang…dalam benak saya… “pada cast yg kedua ini harus benar siap karena pasti terkena…” Lemparan keduapun saya lakukan sampai pada titik sasaran.. tarik sedikit..benarrrr..Smash & tamparan dasyatpun terjadi, ohhh hentakannya sangat kuat terasa sampai pada bahu & lengan, namun saya memang telah bersiap juga, walau badan saya juga sempat tertarik kedepan, namun tidak sampai ingin terjungkal. Dengan menambah se kali, dua kali hentakan, saya lakukan itu untuk memastikan triple hook Owner nomor 4 di depan & nomor 5 dibelakang betul-betul akurat tertancap, kemudian seterusnya dengan tenang…, terus & terus memberikan pertahanan agar sang predator ini tidak lolos.
2-3-4 kali benang PE6 Maguro tertarik, terbujur keluar dari spool Ryobi Aplause 8000si yang saya pakai. Settingan drag 10kg pun kelihatannya perlu saya naikkan agar bisa membantu, karena masih saja terbujur keluar terus & terus, dengan penambahan drag yang demikian tenagapun yang saya keluarkan juga mesti ekstra sampai membuat wajah saya memerah tak karuan kata salah seorang teman yang ada di samping saya….:-).
Lanjut Pertarungan adalah bagaimana saya membawa & memposisikan predator ini pada posisi hookup yang benar..saya berfikir sejenak dimana beberapa meter disamping saya ada celah karang yang ideal utk menggiring buruan tersebut masuk dengan sendirinya & akan dibantu oleh terpaan ombak yang datang ikan tersebut akan tertinggal degan sendirinya disitu pada saat ombak kembali ke pantai. Demikianlah cara itu saya lakukan hingga ikan tersebut sukses di naik kan, sebab sangat sulit bagi teman-teman lain untuk turun mengeksekusi karena agak dalam dan merekapun yang lain/orang lokal disana belum pernah melihat apalagi terbiasa melakukannya.
Setelah predatornya terjepit di celah karang..sdr Abenk kini kembali membalas saya, mengambil tindakan untuk turun menjemputnya.
Demikianlah hingga langit mulai merah merona dan sebentar lagi berubah menjadi gelap tanda malam akan segera tiba.
Sorak-sorai & teriakan teman-temanpun kembali memecah kesunyian & ketegangan sampai kami mengakhiri pemancingan episode 1 sore itu.
Saat kami pulang sdr abenk pun masih saja sempat menutupnya dengan hookup lagi GT 5kg.
Hahahaha….
Singkat cerita saja, pada episode ke-2 esok harinya yang hanya menyisakan waktu 2 jam. Kami start dari Jam7 s/d jam 9, kami mendapatkan strike 14 kali, 5 diantaranya Hookup dgn berbagai ukuran, 4 kali putus dengan pastinya membawa poppe-popper handmade saya sendiri. Itu yg berukuran 100grm semua & saya pastikan juga semuanya yang terkena adalah ukuran monster & 6 lagi diantaranya hanya miss/mocel ( tersambar predator namun tidak menempel 4 kali- lainnya menempel & terbawa tarikan ikan namun beberapa saat kemudian terlepas kembali ;-)
Rekan-rekan Mancing Mania satu yang saya mau share disini khususnya pemancing lokal bahwa tempat ini sungguh sangat ideal & pemancing pemulapun pasti akan bisa strike & mendapat sensasi disitu jika diberikan kesempatan untuk melakukan cast / lemparan. Saya jamin 100%. Namun apabila ingin kesana perlengkapan & perbekalan harus siap & mantap, Tenda, Logistic, obat P3K-autan anti nyamuk & tentunya transport spesial seperti Trail, atau motor bebek modifikasi degan ban trail. Dan terpenting untuk Set Tackle Popping anda adalah gunakanlah Rod & PE6-8, Hook yang standard & tajam serta Shock Leader yang Fluoro carbon min.80lb ) Semoga membantu…END.
Akhir report ini saya ucapkan Selamat tahun baru 2012, mohon maaf jika ada yang salah semoga kita sukses terus dalam usaha & cita-cita serta selalu strikeee…..:-).
Tags :
Rock Fishing

